Rohingya dan nafas-nafasnya

Assalamualaikum wr wb 

(Kajian Strategis PPMI Arab Saudi)
Operasi militer yang kembali dilakukan oleh pemerintah Myanmar sejak akhir Agustus 2017 lalu – terburuk dalam 5 tahun terakhir – mengakibatkan puluhan desa di Arakan (Rakhine) dibumihanguskan, ribuan Muslim (termasuk wanita dan anak-anak) terbunuh, pemerkosaan massal terhadap para perempuan serta memaksa puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar.

Aksi kekerasan yang berulang kali diperlihatkan oleh pemerintah Myanmar mengundang kecaman dari seluruh dunia. PBB dalam laporan resminya menyebut Myanmar sedang melakukan pembersihan etnis (genosida). Senada dengan PBB, Presiden Turki, Erdogan, dalam khutbah sholat idul adha mengecam tindakan pemerintah Myanmar sebagai upaya pembersihan etnis Rohingya dari wilayahnya dan akan membawa isu tersebut dalam sidang tahunan PBB. Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, meminta pemerintah Bangladesh untuk membuka perbatasan dan membiarkan para pengungsi Rohingya masuk. 
Dari dalam negeri, Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, berencana terbang ke Myanmar untuk membahas penyelesaian konflik di Rohingya dengan pemerintah Myanmar. Sejumlah anggota DPR bahkan meminta agar pemerintah Indonesia memutuskan hubungan perdagangan dengan Myanmar sebagai bentuk penolakan terhadap aksi genosida yang terjadi di Arakan. Kecaman terhadap Myanmar juga diperlihatkan oleh beberapa ormas dan tokoh publik di tanah air.
Pemerintah Myanmar, sebaliknya, menolak semua tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Meyakini bahwa tindakan represif mereka dibenarkan serta melarang tim investigasi kemanusiaan PBB dan sejumlah NGO untuk melakukan penyelidikan di Arakan.
Muslim Rohingya
Rohingya merupakan kelompok minoritas Muslim yang berdomisili di pesisir barat Arakan, Myanmar, negara dengan mayoritas penganut agama budha. Kaum Muslim, berdasarkan bukti-bukti sejarah, mulai berdomisili di Myanmar sejak abad ke 12. Pada tahun 1871, sebanyak 58,000 umat Islam diketahui telah tinggal di Arakan. Di tahun 1948, Myanmar merdeka dari imperialisme Inggris. Berdasarkan undang-undang kewarganegaraan yang disahkan, Rohingya tidak termasuk ke dalam daftar etnis asli Myanmar yang berhak mendapatkan kewarganegaraan. Namun pemerintah tetap memberikan kewarganegaran kepada Muslim Rohingya yang telah tinggal selama 2 generasi di Myanmar. Beberapa anggota parlemen di masa itu diketahui berasal dari etnis Rohingya.

Situasi bagi Muslim Rohingya berubah di tahun 1962 ketika kudeta militer terjadi. Status kependudukan Muslim Rohingya diturunkan menjadi warga asing. Dampaknya, layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan dibatasi. Aksi kekerasan terhadap mereka mulai sering terjadi. Operasi militer dengan maksud untuk melakukan penyaringan warga asing di tahun 1977 memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, puluhan ribu diantaranya meninggal karena kelaparan.
Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan munculnya undang-undang kewarganegaran yang baru di tahun 1982. Muslim Rohingya tidak diakui lagi sebagai warga negara Myanmar dan menganggapnya sebagai pendatang ilegal dari Bangladesh. Kekerasan oleh militer Myanmar dan ekstrimis Budha semakin sering terjadi. Tahun 1991, ratusan ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh akibat penganiayaan, pemerkosaan serta sistem kerja paksa yang dilakukan militer Myanmar terhadap mereka. Puncaknya, di tahun 2012, konflik sektarian dengan ekstrimis Budha menyebabkan Muslim Rohingya kembali melakukan eksodus besar-besaran dari tempat kelahirannya.
Setelah 5 tahun, Militer Myanmar kembali melakukan operasi militer. Akibatnya bisa ditebak, puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri ke negara-negara sekitar. Sejak tahun 1970 sedikitnya 1 juta Muslim Rohingnya melarikan diri dari Myanmar akibat penyiksaan dan intimidasi yang kerap mereka terima, baik oleh Militer maupun ektrimis Budha. 
Muslim Rohingya, sekalipun menjadi korban kekerasan pemerintahnya selama beberapa dekade, terus menyuarakan keinginan akan hak-hak kewarganegaraan mereka. Di sisi lain, pemerintah Myanmar bersikeras tidak mengakui mereka sebagai warga negara, menuduhnya sebagai pendatang ilegal dan membiarkan mereka hidup tanpa layanan publik maupun identitas resmi. Ketakutan etnis mayoritas Myanmar terhadap ancaman demografi minoritas Muslim Rohingya membuat situasi semakin buruk. Setiap insiden kecil yang melibatkan mereka dapat berujung kepada tindakan brutal pemerintah dan ekstrimis Budha.
Dan mari kita doakan  saudara-saudara kita di palestina, rohingya dan suriah serta para mujahid yang sedang berjuang disana

*اللهم أعز الإسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين والمنافقين والظالمين*

*اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين*

*اللهم انصر إخواننا بفلسطين وسوريا،اللهم احفظ عليهم ودائع أديانهم وأخرجهم من ضيق السجون إلى سعة أوطانهم ولاتجعل فتنة للظالمين ونجهم برحمتك من القوم الظالمين*
Wassalamualaikum wr wb 
Akademik 

http://si.fti.unand.ac.id/ 

http://fti.unand.ac.id/en/
Other blog

http://rahmaniaj.wordpress.com
https://sittimutiah20.wordpress.com/
https://albiisramu.wordpress.com
http://erickoktawirdana.wordpress.com
http://nadyaauliaa.wordpress.com
http://viraprahmadita.wordpress.com
https://wordpress.com/stats/day/mhasbilllah.wordpress.com
http://athifahzahra.wordpress.com 
http://novanovianablog.wordpress.com
http://sitihilda21.wordpress.com
http://annisawistiarizalmi.wordpress.com
http://ronnykurniawan25.wordpress.com 
https://isadewisartika.wordpress.com
https://afifmaulanaisman.wordpress.com
https://informasi682.wordpress.com
Dream3rboy.wordpress.com
primasetyo.wordpress.com
halimwardana.wordpress.com 
marwanaziz12blog.wordpress.com 
https://harisikhsan.wordpress.com
http://wahyukhan.wordpress.com
https://itisfeny.wordpress.com/
https://yolandaapricilia.wordpress.com/
agungsiddiq.wordpress.com
http://ariziblog.wordpress.com
https://fadliihsanm.wordpress.com/ 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s